Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo harus menelan pil pahit karena mega proyek Sulsel yakni Wisma Negara dalam kawasan Center Poin Of Indonesia (CPI) Metro Tanjung Bunga ternyata belum masuk dalam usulan proyek penganggaran pemerintah pusat.
Menteri Perekonomian, Hatta Rajasa mengatakan masih berupaya untuk menggolkan proyek tersebut namun sampai saat ini Sekretariat Negara sama sekali belum memasukkan proyek ini sebagai prioritas.
Menurut Hatta rencana wisma negara memang patut diperhitungkan mengingat kondisi perekonomian Sulsel yang terus tumbuh sehingga dibutuhkan kawasan khusus yang memang mengukuhkan posisi Sulsel sebagai kawasan yang memiliki penguatan secara luas di KTI.
Saat ditanya kapan rencana Hatta mampu menggenjot proyek ini agar mendapat pos anggaran, dirinya belum memastikan dan enggan menanggapi lebih jauh.
"Kami akan upayakan, namun masih melihat kondisi, sebab sampai saat ini belum diusulkan,"katanya disela peresmian pengepakan semen Bosowa Barru, Kamis (26/12).
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang turut hadir dalam acara yang sama mengaku akan tetap memperjuangkan mega proyek prestisius Sulsel tersebut.
Hal itu dibuktikann dengan beberapa tahun belakangan Pemprov melakukan penimbunan sembari merapikan lahan disekitar kawasan.
CPI telah berjalan sejak tahun 2009 dan akan dituntaskan. Kata Syahrul proyek kereta api sama pentingnya dengan kehadiran Wisma negara tidak ada yang akan dianak tirikan.
Proyek senilai Rp 200 miliar ini kata Syahrul akan tetap berjalan, jika perlu akan diundang investor untuk bekerja sama.
Sumber : tribuntimur


